arumi-stories.bs

Breakthrough

Dalam hidup ini, kita pasti akan menemukan hal-hal yang membuat jengkel kita. Contoh kecilnya melihat sampah berserakan ada dimana-mana. Masih banyak masyarakat kita yang suka membuang sampah seenak jidat nggak pada tempatnya. Abis makan, bungkusnya dibuang sembarangan. Abis ngerokok, puntungnya dibuang sembarangan. Abis ngelap ingus, tissue-nya dibuang sembarangan. Nggak peduli dengan lingkungan sekitar. Nggak si kaya, nggak si miskin sama saja, atau barangkali kamu sendiri melakukan hal serupa dengan mereka. ☺

Sedikittt… sekali orang yang peduli sama lingkungannya. You can see the reality around you. Dan.. ketika musim penghujan tiba, tak jarang banjir melanda. Terutama di kota-kota besar yang padat penduduknya. Ketika sudah terjadi peristiwa yang nggak diharapakan itu, maka banyak orang yang saling menyalahkan. Si Joko bilang kalo si Jono suka buang sampah sembarangan. Tapi si Jono menangkisnya. Dia bilang si Joni yang jauh lebih sering buang sampah sembarangan. Eh ternyata si Joni nggak terima dibilang begitu. Dia mengklaim bahwa si Jonalah yang jauh lebih sering buang sampah sembarangan. Si Jona says the same. Dan seterusnya… pusing deh.

Sepele. Bermula hanya seorang yang berpikir bahwa hanya dia yang membuang sampah sembarangan. Namun ada orang lain yang melakukan hal serupa, dia pikir hanya dia yang buang sampah sembarangan sehingga nggak akan membuat suatu bencana. Dan… setelah di-zoom out, ternyata hal kecil itu dilakukan oleh banyak orang. Akhirnya sesuatu yang kecil akan menjadi besar bila terus ditumpuk. Jadilah banjir, jadilah kota kotor, dan sebagainya. There is no something beautiful.

Sampai di sini, kamu jengkel? Kesel? Yaps! itu baru sepotong episode dari kumpulan hal-hal yang membuat jengkel dalam hidup kita. Ada yang sesuatu yang harus kamu ketahui. Sesuatu yang buruk nggak akan berubah hanya dengan kamu menggerutu. Kamu ngomel-ngomel soal habit masyarakat kita yang demikian selama sejam atau selama seharian pun, nggak bakal merubah. We should give a breaktrrough! By what???? Kita harus memberi contoh. Kita harus bertindak. Misalnya, ketika ada sampah di sekitar kamu, maka sesekali cobalah memungutnya. Kemudian buanglah ke tong sampah. Di kantor, di sekolah, di masjid dan dimana pun, lakukanlah hal ini dengan sepenuh hati. Senyumlah. Bergembiralah. Jika mulanya kamu melakukan hal itu sekali sehari di setiap pagi, maka tambahlah frekuensinya perlahan-perlahan. Bukan untuk riya ya, hanya untuk berbagi inspirasi aja nih. Saya sudah mencoba hal ini. Setiap pagi saya pungut sampah di lingkungan sekitar asrama saya. Biasanya sepulang dari tahfidz di masjid. Frekuensinya pun saya tambah. Yang semula hanya pagi hari saja, sekarang saya sedang membiasakan pungut sampah ketika menemukannya dan membuangnya pada tong sampah. Dan alhamdulillah, akhirnya satu, dua teman saya “mungkin” terinspirasi dengan apa yang saya perbuat, dia pun jadi suka pungutin sampah. ☺

Nah, dalam menyingkapi suatu hal yang buruk sekaligus menyebalkan, saya mengajak kamu untuk bisa menjadi problem solver di lingkuangan sekitarmu. Ketika kita menemui suatu persoalan, jangan hanya dijadikan bahan cemoohan. Akan tetapi ciptakan breakthrough padanya dan secara perlahan kita telah memciptakan good habit pada diri kita masing-masing yang pada akhirnya dapat mengantarkan kita pada keberuntungan. Pasif pahala pun datang dari orang-orang yang mengamalkan kebaikan karena terinspirasi dari kita. That’s cool, right?

 

Ayyasy Yahya | @AyyasyYahya29

Hestu



Berita Terkaitclose