Pelajarislam.com - Ahad (5/4) pagi kali ini menjadi berbeda bagi 200 peserta Ngobrol Pelajar Islam (a.k.a NGOPI), sorak
suara “Siapa kita? Fornusa… Dimana kita? Tangerang… Siap berkarya? Siap Allahu Akbar…” menjadi
warna dalam agenda yang diadakan dari pukul 08.00 hingga 15.00 wib ini. Pembatas antara
perempuan dan laki-laki dari bangku tertata panjang hingga hampir memenuhi 3 ruangan serba guna
pada Aula SMK Prudent School, menandakan ruangan telah dipenuhi oleh pelajar muslim dari
sekolah-sekolah yang ada di Kota Tangerang.
Peserta yang didominasi oleh pengurus ROHIS dari tiap sekolah ini khusyuk menerima materi sejak
awal oleh Kak Hestu SUGAR (Pembina Divisi Humas dan Media FORNUSA Kota Tangerang) mengenai
kondisi pelajar saat ini, “ROHIS itu bukan kumpulan malaikat, namun kumpulan orang yang mencoba
untuk lebih baik dalam agama, masih pantaskah ROHIS digolongkan sebagai kumpulan radikal?
Padahal kegiatannya adem ayem aja, ngaji rutin, bukan perusak, tapi ada saja sebutan-sebutan
aneh sampai dituduh golongan Teroris lalu ISIS. Nanti kalo ada aliran atau golongan sesat baru
lainnya apakah itu ROHIS juga?” tegas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untirta ini. Kak Hestu juga
melanjutkan bahwa peran Pembina ROHIS dan Alumni ROHIS di setiap sekolah menjadi salah satu
tombak terpenting bagi kemajuan ROHIS. Selain itu, ia berbagi tentang struktur baku bagi ROHIS di
Kota Tangerang diantaranya harus ada Ketua, Sekretaris, Bendahara, Keputrian, PSDM
(Pengembangan Sumber Daya Muslim/ah) dan Syi’ar untuk mematangkan dan memudahkan dalam
gerak pelajar dalam ROHIS.
Pembahasan ke-2 dilanjut oleh Owner Bimbel Sahabat Pelajar, Kak Gunawan, S.T. Bersama Kak
Gunawan membahas tuntas bagaimana mengelola administrasi dan membuat proposal acara yang
baik serta targetan-targetan yang cocok untuk dicantumkan pada Proposal kegiatan. Tak hanya itu,
Kakak yang ahli dalam bidang Matematika ini juga mengajak seluruh peserta praktik langsung dalam
pembuatan proposal. “Bikin dokumen administrasi sejelas dan sedetail mungkin, tetapi tetap terlihat
menarik, hanya sekali lihat siapapun akan langsung ngerti” pesannya kepada peserta NGOPI.
Acara pun dilanjut dengan SHOIMA (Sholat Istirahat Makan), untuk mempererat ukhuwah peserta
dan panitia makan bersama dengan menggunakan nampan, setiap nampan terdiri 5-7 peserta,
semakin mengakrabkan diri dengan teman-teman baru. Sungguh menjadi pengalaman baru juga
diacara NGOPI, karena sebelumnya tak pernah ada makan bersama diatas nampan. Setelah terisi lagi
energinya, acara pun dilanjut dengan materi terakhir, oleh Kak Dicky Rinaldy, S.Kom.I. Kali ini
bahasannya lebih fun dan menggali kreatifitas peserta, tiap kelompok peserta diuji menampilkan
kreatifitasnya dalam mempromosikan ROHIS untuk bekal pada masa-masa bimbingan siswa baru
awal masuk sekolah. Tiap kelompok yang isinya berbeda-beda sekolah mendapat tantangan sendiri
untuk lebih terampil dan menghibur dalam ajang promosi ini. Ada yang menampilkan nasyid, puisi,
marawis, drama, dan lainnya dalam usaha memikat adik kelas yang akan menjadi calon anggota
ROHIS. “Kawan-kawan (Pengurus ROHIS) itu harus mengenalkan ke adik-adik siswa baru bahwa
anak ROHIS itu keren, berprestasi, dan cakep-cakep” kata Presiden Komunitas Aku Cinta Islam (ACI)
ini.
Rasa Coklat Strawbery pada segerombolan Ice Cream Party pun menjadi penyejuk suasana materi
yang diadakan di Lapangan SMK Prudent School (outdoor) ini. Tak lupa setiap sela-sela acara, selalu
ada banjir hadiah. Segala macam hadian ada, sampai peserta yang beruntung pun bingung untuk
memilihnya. Diakhir acara hadiah masih luber hingga tidak sanggup dihabiskan dalam satu acara
NGOPI, “Insyaa Allah, hadiah yang masih tersisa untuk acara NGOPI selanjutnya ya” ujar MC
sumringah.
Sebelum acara ditutup, Ketua FORNUSA Kota Tangerang (Ilham Kharismawan) bersama Ketua Divisi
Humas & Media (Agung Purnomo Aprilianto) me-Launching majalah mini yang diterbitkan perdana.
Isi majalah mini ini beragam; dari mulai topik utamanya yang menjelaskan apa itu “April Mop”, lalu
cerita-cerita hikmah, tips-tips UN, komik islam, kolom curhat dan masih banyak lagi. Harapannya,
dari majalah mini yang ingin diterbitkan setiap NGOPI ini bisa menjadi bahan inspirasi
terdokumentasi, serta menjadi inspirasi lebih bagi pelajar muslim dan tak hanya diperuntukan bagi
anggota ROHIS saja melainkan semua bebas membacanya. Isinya pun bukan hanya dari pengurus
FORNUSA saja, tetapi beberapa konten diisi oleh pelajar non pengurus FORNUSA.
Tuntas semua rangkaian acara, ditutup dengan do’a bersama dan foto bersama seluruh peserta dan
panitia NGOPI. Semangat yang ada semoga terus membara, ilmu yang diberikan semoga bisa
bermanfaat meski hanya sedikit. Sampai jumpa di NGOPI yang akan datang. Salam NGOPI ! 
(div.hummed Fornusa Tangerang)











































