Pelajar Islam – Kesadaran pengakuan kita terhadap Allah sebagai tujuan kita adalah suatu yang tak bisa diragukan lagi. Pastinya hal ini berlaku apabila kita meyakini bahwa cepat atau lambat kita akan kembali kepada-Nya. Suka atau tidak, Allah lah yang memegang kendali kehidupan kita dan alam semesta semuanya. Dia lah yang Maha berkehendak kapanpun, kita bisa saja meninggal dan kembali kepada-Nya.
Karena kasih sayang-Nya kepada kita, dengan senantiasa mengingatkan kita melalui Al-Qur’an & As-Sunnah mengenai hakikat kehidupan kita di dunia dan akhirat sebagai peringatan dan kabar gembira bagi manusia. Semua ayat-ayat di Al-Qur’an bukanlah sekedar dongeng ataupun senandung bacaan, tapi sebagai peringatan bagi yang lalai, dan kabar gembira bagi yang taat.
Maka dari itu tidak ada jalan lain bagi kita kecuali menerima dan mentaati segala ketetapan-Nya dengan penuh tawakkal dan sabar bersabar, ikhlas menerima ketentuan-Nya dan sabar terhadap segala cobaan dan ujian dalam mengemban hukum-Nya. Dalam hal ini Allah Ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Innaa lillahi wa inna ilaihi raajiuun’. Mereka itu yang mendapat keberkahan dan rahmat yang sempurna dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah 155-157)
Dan akhirnya kita tidak dapat merealisasikan syiar:
ALLAHU GHAAYATUNAA => Allah Tujuan Kita
Kecuali kita mampu menjadikan ridha Allah dan rasa takut kepada-Nya selalu tertanam dalam jiwa sebagai tujuan akhir kita dalam segala kondisi, apakah manusia simpati pada kita maupun benci, memuji maupun mempergunjingkan, menentang maupun menyambut kita.
Marilah kita cermati firman Allah berikut ini :
“…Padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari kerida’an-Nya jika mereka adalah orang-orang yang beriman.”
(At-Taubah 62)
Dalam peringatannya kepada kita, Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa rela melihat penguasa berbuat sesuatu yang dimurkai Allah dia telah keluar dari agama Allah (Islam).” (HR. Al-Hakim)
Betapa tepat dan indahnya apa yang dilukiskan seorang penyair tentang cinta kepada Allah dan mengharap keridaan-Nya:
Semoga engkau tetap manis
walaupun hidup ini pahit rasanya
dan semoga engkau tetap rela pasrah
di saat manusia lainnya semua marah
Semoga engkau dan aku tetaplah damai dan ramai
walau aku dengan seluruh alam ini kehancuran
Jika tumbuh darimu cinta sejati
Segalanya jadilah mudah
segala yang di atas tanah, hanyalah tanah jua
Semoga Allah SWT memudahkan kita dalam mengarahkan dan menjadikan segala ibadah kita, segala aktifitas kita, dan hidup mati kita hanyalah untuk menuju kepada-Nya, mencari rida-Nya.












































