Pelajar Islam - Penemuan-penemuan di bidang sains dan teknologi mengenai alam semesta, atom, manusia, tumbuh-tumbuhan dan di berbagai bidang industri telah berhasil membuktikan betapa hebat dan indahnya ciptaan Allah. Penemuan-penemuan dan penelitian-penelitian baru itu menguatkan lagi ajaran aqidah tauhid dan menambah keimanan bagi orang-orang mukmin. Hasil-hasil dari penelitian tersebut menunjukkan kebesaran dan kekuasaan serta ilmu Allah. Sesungguhnya dibalik keindahan ciptaan dan keteraturan sistem jagat raya ini pasti ada Penciptanya Yang Maha Besar dan Maha Berkuasa.
Kedudukan tauhid dalam Islam
Keseluruhan ajaran Islam berasaskan tauhid. Keseluruhan isi kandungan al-Quran berada di atas tauhid. Kandungan ayat-ayat al-Quran meliputi tentang Allah, sifat Allah, kejadian Allah dan perbuatan Allah.
Al-Qur’an berisi tentang al-amr (perintah) dan anbiya’ Allah (nabi-nabi Allah) karena kedua-duanya berhubungan dengan penciptaan dan kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya.
Al-Qur’an menerangkan segala bentuk balasan baik (pahala) untuk mereka yang mentaati Allah, Rasul dan syariat-Nya. Semua ini untuk mengajak mereka menegakkan Tauhid al-Uluhiyyah dan Tauhid al-Rububiyyah.
Al-Qur’an juga menerangkan segala bentuk balasan keburukan (dosa) untuk mereka yang tidak mematuhi syariat-Nya, menceritakan tentang keadaan orang-orang zaman dahulu yang telah mendurhakai Allah. Semua ini untuk menjelaskan bahwa manusia perlu kembali kepada dasar tauhid dan ibadah kepada Allah.
Oleh karena itu tauhid merupakan intisari Islam. Dari tauhid terpancar segala sistem, perintah, hukum dan peraturan. Semua ibadah dan hukum dalam Islam bertujuan untuk menambah, membiasakan, menguat dan mengukuhkan kembali tauhid di dalam hati orang-orang mukmin.
Dengan tauhid seluruh motivasi manusia akan terbentuk
Dengan tauhid yang kuat, maka akan terbentuknya berbagai motivasi yang ada di dalam jiwa manusia. Dia akan takut hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dengan berani mempertahankan keyakinannya seperti yang diperlihatkan dalam sirah Rasulullah dan para sahabat:
1. Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam pernah memerintahkan Ali Radhiallahu’anhu agar tidur di atas tempat tidurnya sebelum baginda pergi berhijrah ke Madinah, sedangkan musuh Islam begitu ketat mengawasinya. Namun Sayyidina Ali sanggup melaksanakan apa yang diperintahkan Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam karena beliau yakin atas Kehendak dan Kekuasaan Allah.
2. Khalid Ibn al-Walid Radhiallahu’anhu pernah meiliki banyak luka pada badannya karena berperang di jalan Allah. Namun dia tetap yakin dengan Kekuasaan Allah. Dan dia tetap meneruskan pertempuran melawan musuh.
3. Bilal bin Rabah Radhiallahu’anhu sanggup diseret di padang pasir, dijemur di bawah terik panas matahari dan disiksa dengan batu besar yang diletakkan di atas tubuhnya. Namun ia tetap mempertahankan keimanannya.
Kini, banyak manusia yang kehilangan keyakinan ini. Mereka masih yakin kepada yang lain selain Allah. Mereka takut kepada kegagalan, tua, kematian dan sebagainya.
Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi da’i-da’i Islam untuk mengembalikan manusia kepada Aqidah yang lurus.
Rujukan: Dr. Abdul Karim Zaidan, Usul Ad-Da’wah.













































